RSS
Tampilkan postingan dengan label The Red Cross. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Red Cross. Tampilkan semua postingan

Ilustrasi Sejarah Lahirnya Gerakan



Illustrasi Pertempuran Solferino

1859

Pertempuran Solferino

Henry Dunant, seorang pengusaha dari Jenewa, Swiss, menyaksikan pertempuran sengit antara Austria dan Prancis di Solferino, sebuah kota kecil di Italia utara, dimana 40.000 tentara tewas atau terluka tanpa ada yang memberi pertolongan. Dia berinisiatif dan menggerakan penduduk setempat untuk menolong mereka.

Henry Dunant, Bapak Palang Merah

1862

Kenangan dari Solferino

Henry Dunant menerbitkan sebuah buku berjudul A Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino). Beliau mengusulkan agar: (1) didirikan organisasi relawan bantuan kemanusiaan untuk merawat korban luka pada waktu terjadi perang, dan (2) para relawan tersebut diberi perlindungan melalui perjanjian internasional.
  • Berdirinya ICRC
    Bendera Swiss
  • Palang Merah
    Palang Merah
  • Lambang palang merah dengan latar belakang putih adalah kebalikan dari bendera Swiss, palang putih dengan latar belakang merah.

    1863

    Berdirinya ICRC

    Henry Dunant bersama 5 orang Jenewa lainnya mendirikan Komite Lima, lalu diubah menjadi Komite Internasional Pertolongan Korban Luka yang kemudian menjadi International Committee of the Red Cross (Komite Internasional Palang Merah) 13 tahun kemudian. Komite mengadakan Konferensi Internasional yang mengadopsi lambang palang merah di atas dasar putih. Perhimpunan Nasional pertama berdiri di Jerman.

    Konvensi Jenewa Asli
    Dokumen asli Konvensi Jenewa 1863

    1864

    Konvensi Jenewa I

    Pemerintah Swiss mengadakan konferensi diplomatik resmi yang dihadiri 16 negara. Duabelas dari 16 negara peserta konferensi menandatangani Konvensi Jenewa pertama yang berisi 10 pasal.

    Badan POW Internasional di Jenewa
    Badan Tawanan Perang International selama PD II

    1914 – 1918

    Perang Dunia I

    Segera setelah pecahnya Perang Dunia I, ICRC mendirikan Badan Tawanan Perang Internasional (International Prisoners-of-War [POW] Agency). Tahun 1917, ICRC mendapat Hadiah Nobel Perdamaian sebagai apresiasi atas kerjanya selama PD I, satu-satunya Hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan pada periode 1914-1918. Sebelumnya, Henry Dunant juga mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pertama di tahun 1901.

    Paket bantuan untuk Tawanan Perang sedang dipersiapkan di gudang ICRC di Basel
    Paket bantuan untuk Tawanan Perang sedang dipersiapkan di gudang ICRC di Basel

    1939 – 1945

    Perang Dunia II

    ICRC mengorganisir kegiatan seperti pada PD I, antara lain mengunjungi dan memantau kamp-kamp POW, mengatur bantuan kemanusiaan bagi penduduk sipil, dan mengatur pertukaran Berita Palang Merah (RCM). ICRC kembali mendapat Hadiah Nobel Perdamaian di tahun 1944.

    Untung Sugiyono, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), dan Vincent Nicod, Kepala Delegasi Regional ICRC di Jakarta menandatangani MoU kerjasama di Jakarta.
    Penanda tanganan Protokol Tambahan I dan II tahun 1977.

    1977 – sekarang

    Pasca Perang Dunia II

    ICRC terus bekerja di berbagai belahan dunia seperti Timur Tengah, Amerika Selatan, Afrika dan juga Asia.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    KORPS SUKARELA PALANG MERAH INDONESIA UNIT 01 MARKAS PMI KAB. BONE

    SALAM KEMANUSIAAN...!!!

    Wujudkan bakti dan jiwa relawanMU dengan bergabung bersama kami KORPS SUKARELA PALANG MERAH INDONESIA (KSR-PMI) Unit 01 Markas PMI Kab. Bone....

    Kapan lagi kalau bukan SEKARANG....!!!!!
    NOI SIAMO TUTTI FRATELLI (KITA SEMUA SAMA & BERSAUDARA).


    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    SIFAT BERDASARKAN DONOR DARAH

    Golongan darah A

    1. Golongan darah A ini biasanya berkepala dingin, serius, sabar dan kalem.
    2. Mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya tetapi keras kepala.
    3. Sebelum melakukan sesuatu orang bergoldar A biasanya memikirkannya terlebih dahulu dan mempunyai perencanaan yang matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
    4. Berusaha membuat diri mereka sewajar dan seideal mungkin.
    5. Bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
    6. Mencoba menekan perasaan mereka dan kelihatan tegar. Walaupun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lemah seperti gugup dan lain sebagainya.
    7. Cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama


    Golongan darah B

    1. Pemilik golongan darah B ini suka penasaran dan tertarik terhadap segala hal hal baru.
    2. Mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan. Hangat-hangat taik ayam, jadi kebalikan dari A yang merencakanan dengan matang sebelum bertindak.
    3. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
    4. Iingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal dan tidak mau hanya dianggap rata-rata. Cenderung melalaikan lain hal jika sedang terfokus pada satu hal. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan alias kurang bisa multi-tasking.
    5. Terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias dari luar tetapi sebenarnya semuanya ternyata sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
    6. Suka menyendiri sehingga sering di cap sebagai orang yang tidak mau berteman atau bergaul dengan orang lain. 


    Golongan darah AB

    1. Golongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
    2. Penuh perhatian dan menjaga perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
    3. Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya. Wah, kalau gitu lebih enak ga jadi orang dekat nya donk ya.
    4. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
    5. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu panjang dan dalam. Jadi mungkin memikirkan sesuatu sampai ke detil-detilnya ya.
    6. Punya banyak teman, tapi membutuhkan waktu dan tempat untuk menyendiri dalam memikirkan persoalan-persoalan mereka. Jadi kalau lagi banyak masalah, ga suka tuch di kerumunin sama teman-teman.


    Golongan darah O

    1. Golongan darah O biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut. Biasnya mereka berjiwa leadership sebagai seorang pemimpin.
    2. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi suasan hati mereka yang sedang galau sehingga dari luar mereka akan kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Biasanya mereka baru akan curhat dengan teman akrab atau keluarga dekat tertentu.
    3. Apabila kesal terhadap orang, mereka susah marah terhadap orang nya langsung. Jadi suka ga enak hati, padahal hatinya sebel banget tuch sama tuch orang.
    3. Biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
    4. Disukai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
    5. Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan gampang menerima hal-hal yang baru.
    6. Gampang di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV. Jadi gampang disetir nech golongan darah O ini.
    7. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu malah yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.











    SIFAT SECARA UMUM

    A =Terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas(krn perfeksionis) yang kadang bikin org mudah sebel
    B =Nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup
    O =Berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil
    AB=Unik, nyeleneh, banyak akal, berkepribadian ganda

    a.Yg paling gampang ngaret soal waktu
    1 B (krn nyantai terus)
    2 O (krn flamboyan)
    3 AB (krn gampang ganti program)
    4 A (krn gagal dalam disiplin)

    b.Yang paling susah mentolerir kesalahan orang :
    1 A (krn perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
    2 B (krn easy going tapi juga easy judging)
    3 AB (krn asal beda)
    4 O (easy judging tapi juga easy pardoning)

    c.Yang paling bisa dipercaya :
    1 A (krn konsisten dan taat hukum)
    2 O (demi menjaga balance)
    3 B (demi menjaga kenikmatan hidup)
    4 AB (mudah ganti frame of reference)

    d. Yang paling mudah kesasar/tersesat
    1 B
    2 A
    3 O
    4 AB

    e.Yang paling kuat ingatannya
    1 O
    2 AB
    3 A
    4 B

    f. Apa yg perlu dianjurkan agar tetap sehat :
    1.A (Krn terlalu perfeksionis maka nyantailah sekali-kali, gak usahterlalu tegang dan serius)
    2.B (Krn terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit,meditasi, main catur)
    3.(Krn daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai,jalan-jalan)
    4.AB (Krn gampang capek, maka perlu cari kegiatan yg menyenangkan dan bikin lega).

    g. Yg paling gampang nabung :
    1 A (suka menghitung bunga bank)
    2 O (suka melihat prospek)
    3 AB (menabung krn punya proyek)
    4 B (baru menabung kalau punya uang banyak)

    h. Yg paling panjang umur :
    1 O (gak gampang stress, antibodynya paling joss!)
    2 A (hidup teratur)
    3 B (mudah cari kompensasi stress)
    4 AB (amburadul)

    i. Yg paling gampang flu/demam/batuk/ pilek:
    1 A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
    2 AB (lemah thd hygiene)
    3 O (makan apa saja enak atau nggak enak)
    4 B (makan, tidur nggak teratur)

    j. Yg tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :
    1 B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
    2 AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
    3 A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
    4 O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    5 MANFAAT DARI DONOR DARAH

    Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

    Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan:

    1. Menjaga kesehatan jantung
    Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

    2. Meningkatkan produksi sel darah merah
    Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

    3. Membantu penurunan berat tubuh
    Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650 kalori. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

    4. Mendapatkan kesehatan psikologis
    Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

    5. Mendeteksi penyakit serius
    Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

    Setelah menginjak usia 17 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 65 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor darah!

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    TENTANG LAMBANG PALANG MERAH

    Mengacu pada banyaknya penyalahgunaan lambang palang merah dan bulan sabit merah oleh berbagai pihak tanpa ada upaya apapun untuk penertibannya, baik dari pemerintah maupun dari PMI sendiri sebagai perhimpunan nasional kepalangmerahan yang telah ditunjuk oleh pemerintah, maka PMI berinisiatif untuk memulai program kampanye Lambang sebagai upaya untuk mendukung pengesahan RUU Lambang Palang Merah oleh DPR RI. Untuk itu berikut beberapa pertanyaan dan jawaban terkait lambang palang merah.
     1.       Apakah lambang palang merah itu ? 
    Lambang palang merah adalah simbol berbentuk palang sama panjang antara vertikal dan horizontal yang seluruhnya berwarna merah. Lambang palang merah harus selalu diletakan  diatas dasar putih.
     2.       Apakah fungsi lambang palang merah?
    Lambang mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai tanda pengenal atau identifikasi serta fungsi perlindungan atau proteksi. Kedua fungsi ini mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda sesuai dengan situasi yang dihadapi.
     3.       Apakah bedanya lambang sebagai tanda pengenal (identifikasi) dan sebagai tanda pelindung (proteksi)?
    Sebagai tanda pengenal (identifikasi), lambang berfungsi untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan kemanusiaan oleh petugas palang merah, sehingga mereka yang bertugas termasuk para sukarelawan mempunyai akses seluas-luasnya, misalnya dalam penanggulangan konflik dan bencana. Lambang sebagai tanda pelindung (proteksi) berfungsi untuk memberikan proteksi kepada petugas yang menggunakan lambang itu beserta sarana dan prasarana yang digunakan misalnya ambulans untuk memperoleh perlindungan. Fungsi proteksi digunakan dalam hal terjadi konflik bersenjata. Dalam hal-hal tertentu kedua fungsi ini berguna secara simultan yaitu dalam situasi konflik dan non-konflik.
     4.       Siapakah yang berhak menggunakan lambang?
    Lambang dengan fungsi-fungsi sebagaimana dikemukakan diatas, hanya dapat digunakan untuk petugas-petugas palang merah baik dalam keadaaan non-konflik maupun dalam konflik bersenjata.

    Penggunaan lambang oleh pihak-pihak lain tanpa ijin penguasa/pemerintah dan/atau pengurus palang merah yang berwenang untuk itu, merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa tahun 1949 pasal 43 dalam hal konflik dan pasal 53 dalam hal non-konflik. Sebagaimana dimaklumi, Konvensi Jenewa tahun 1949 telah diratifikasi oleh Negara Republik Indonesia dengan Undang-Undang  no 59 tahun 1958.

    Pasal 53 Konvensi Jenewa 1949 berbunyi sebagai berikut:

    ” Pemakaian lambang atau sebutan "Palang Merah" atau "Palang Jenewa" atau tanda atau sebutan apapun yang merupakan tiruan dari padanya oleh perseorangan, perkumpulan-perkumpulan, perusahaan atau perseroan dagang baik pemerintah maupun swasta, selain dari mereka yang berhak di bawah Konvensi ini selalu harus dilarang, apapun maksud daripada pemakaiannya itu dan tanpa mengindahkan sebagai penggunaannya.” (terjemahan oleh Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-undangan Hukum Departemen Kehakiman, Jakarta, Agustus 1999).
     5.       Siapakah yang berhak menggunakan lambang pada situasi non-konflik?
    Merujuk pada Pasal 44 Konvensi Jenewa tahun 1949, dalam situasi non-konflik, lambang palang merah hanya boleh digunakan oleh petugas palang merah dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka.

    Sebagai tanda pengenal, lambang ini hanya boleh digunakan oleh personel yang menggunakan lambang palang merah yaitu:

    1. Personil medis dan rohaniwan angkatan bersenjata dari suatu negara.
    2. Para personel yang telah diizinkan oleh penguasa militer untuk membantu dinas kesehatan angkatan bersenjata.
    3. Anggota Palang Merah nasional dari suatu negara.
    4. Anggota Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC)
    5. Anggota Komite Internasional Palang Merah (ICRC)
     6.       Siapakah yang berhak menggunakan lambang palang merah pada situasi konflik bersejata?
    Merujuk pad pasal 24, 25 dan 26 Konvensi Jenewa tahun 1949, maka sebagai lambang pelindung, lambang palang merah hanya boleh digunakan oleh para personel sbb:
    1. Personil medis dan rohaniwan angkatan bersenjata dari suatu negara.
    2. Personil Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC) yang bertugas membantu/menolong korban konflik.
    3. Para personel telah diizinkan oleh penguasa militer untuk membantu dinas kesehatan angkatan bersenjata. 
     7.       Apakah hubungan antara lambang palang merah dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ?
    Palang Merah Indonesia didirikan pada tanggal 17 September 1945. Palang Merah Indonesia merupakan satu-satunya perhimpunan palang merah nasional (National Society). Palang Merah Indonesia didirikan berdasarkan Kepres No 25 tahun 1950 dan Kepres No 246 tahun 1963. Sebagai perhimpunan nasional palang merah, Palang Merah Indonesia bertugas untuk membantu pemerintah (auxiliary function) dengan tetap menjaga kemandiriannya serta mematuhi semua peraturan yang berlaku di Indonesia. Palang Merah Indonesia sebagai satu-satunya perhimpunan nasional juga memiliki legitimasi berdasarkan Statuta Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
     8.       Selain lambang palang merah, apakah ada lambang lain yang juga berfungsi sama dengan lambang palang merah?
    Ada 3 lambang lain yang juga diakui oleh Konvensi Jenewa 1949 sebagai lambang yang memiliki fungsi sama dengan lambang palang merah, yaitu lambang bulan sabit merah, singa & matahari merah serta Kristal merah. Saat ini ada 153 negara yang gunakan lambang palang merah, 33 negara gunakan lambang bulan sabit merah, 1 negara gunakan lambang Kristal merah dan tidak ada lagi negara yang gunakan lambang singa & matahari merah. Dari ke-4 lambang tersebut, telah ditentukan bahwa satu negara hanya boleh menggunakan salah satu lambang saja.

    Disebutkan dalam lanjutan pasal 53 Konvensi Jenewa 1949 :

    “Larangan yang ditetapkan dalam paragraf pertama dari pasal ini akan berlaku juga untuk lambang-lambang dan tanda-tanda yang disebutkan dalam paragraf kedua Pasal 38 (bulan sabit merah, singa & matahari merah), tanpa mempengaruhi hak apapun yang diperoleh karena pemakaiannya terlebih dahulu”.
     9.       Jika ada pihak lain yang ingin melakukan kegiatan kemanusiaan sebagaimana yang dilakukan Gerakan PM/BSM Internasional, lambang apakah yang dapat digunakan?
    Tidak ada ketentuan tentang lambang apa yang dapat digunakan untuk kegiatan kemanusiaan oleh pihak-pihak selain yang tersebut dalam Konvensi Jenewa 1949. Artinya, semua pihak dipersilahkan mengunakan lambang apapun asalkan bukan lambang palang merah, bulan sabit merah, singa & matahari merah dan kristal merah. Kalau pun menggunakan bentuk yang sama, dipersilahkan menggunakan warna lain misalnya hijau (palang hijau/bulan sabit hijau).
     10.   Mengapa di Satu Negara hanya diperkenankan ada Satu Lambang dan Satu Gerakan (Palang Merah/Bulan Sabit Merah)?
    Disuatu negara hanya boleh ada satu lambang dan mendirikan satu gerakan, karena prinsip kesatuan (unity principles). Hal ini dinyatakan dalam pasal 4 Statuta Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Dengan prinsip kesatuan dimaksudkan supaya ada kepastian hukum. Hal ini tidak menutup organisasi atau perhimpunan atau bentuk-bentuk lainnya yang menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan tetapi mereka tidak boleh sekali-kali menggunakan lambang palang merah atau bulan sabit merah atau kristal merah.
     11.   Apakah konsekuensi jika Indonesia mengadopsi lebih dari satu lambang?
    Lambang palang merah, bulan sabit merah dan kristal merah seharusnya melekat pada perhimpunan palang merah atau bulan sabit merah atau kristal merah. Jika Indonesia mengadopsi lebih dari satu lambang, maka Indonesia akan mengalami konsekuensi-konsekuensi sbb:
    1. Indonesia dapat dikategorikan oleh masyarakat internasional sebagai negara yang tidak mengindahkan Konvensi-konvensi Jenewa tahun 1949 berikut semua Protokol Tambahannya. Sedangkan Indonesia telah meratifikasi Konvensi Jenewa tahun 1949 menjadi Undang-undang.  
    2. Indonesia tidak mengindahkan Statuta Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang dalam pasal 4 paragraf 2 berbunyi:
    ”Be the only National Red Cross or Red Crescent society of the said state and be directed by a central body which shall alone be competent to represent it in dealing with another component of the Movement” (Dalam satu Negara hanya diperkenankan satu perhimpunan nasional palang merah atau bulan sabit merah yang dipimpin oleh satu pengurus pusat yang mempunyai wewenang untuk mewakili dalam hubungan dengan komponen lainnya dari Gerakan).

    Catatan: Yang dimaksud dengan ’the Movement’ adalah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang terdiri dari IFRC, ICRC dan semua perhimpunan nasional palang merah atau bulan sabit merah dari setiap Negara. 
    1. Jika Indonesia tidak mengindahkan butir a dan/atau butir b diatas maka konsekuensi lebih lanjut adalah, Indonesia tidak memenuhi persyaratan yang sah untuk membentuk suatu perhimpunan nasional dengan lambang palang merah atau bulan sabit merah.12.         Apakah hubungan Perhimpunan Nasional dengan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC)?
    IFRC merupakan Federasi dari perhimpunan-perhimpunan palang merah, bulan sabit merah dan kristal merah dari berbagai negara. Hingga saat ini jumlah anggota Federasi Internasional sebanyak 183 Perhimpunan Nasional (National Society). Pehimpunan Nasional yang menjadi anggota Federasi yang menggunakan lambang palang merah pada saat ini berjumlah 150 perhimpunan. Anggota Federasi yang menggunakan lambang Bulan Sabit Merah sebanyak 32 perhimpunan dan yang menggunakan lambang kristal merah ada 1 perhimpunan.

    PMI sebagai perhimpunan nasional menjadi anggota Federasi yang ke 68 dan secara sah diterima sebagai anggota pada 16 Oktober 1950. Sebagai anggota Federasi tentu PMI mempunyai hak-hak dan kewajiban sesuai dengan Statuta Gerakan. ICRC berbeda dengan IFRC. Anggota ICRC adalah perorangan, bukan lembaga atau perhimpunan nasional. Jadi PMI bukan anggota ICRC, tetapi PMI bekerja sama dengan Federasi dan ICRC sesuai tugasnya masing-masing. Dalam garis besar, hubungan dan kerjasama PMI, IFRC dan ICRC meliputi bidang-bidang antara lain :
    1. Tergabung dalam Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
    2. Bekerja dengan 7 (tujuh) prinsip yang sama, yaitu Kemanusiaan, Kenetralan, Kesamaan, Kesukarelaan, Kesatuan, Kesemestaan dan Kemandirian.
    3. Bertemu bersama dengan negara-negara anggota Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 sedikit-dikitnya sekali dalam 4 (empat) tahun.
    Perlu ditegaskan tidak ada satu negara pun yang menggunakan lambang lebih dari satu lambang, yaitu lambang palang merah dan bulan sabit merah dalam waktu bersamaan. Jika hal ini terjadi, maka secara eksplisit berarti ada dua perhimpunan nasional atau telah terjadi penyalahgunaan lambang.

    Mengingat hal ini merupakan masalah yang fundamental maka dalam Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Lambang Palang Merah yang diajukan oleh pemerintah dalam konsideransnya antara lain dicantumkan pertimbangan :

    “b. bahwa lahirnya Palang Merah Indonesia sebagai perhimpunan kemanusiaan yang menggunakan palang merah sebagai lambang pelindung dan lambang pengenal dalam kegiatan kemanusiaan sejalan dengan Konvensi-konvensi Jenewa tentang perlindungan korban perang yang antara lain mengatur lambang palang merah atau lambang bulan sabit merah.”
     13.         Dimanakah letak urgensi undang-undang lambang?
    Urgensi Undang-Undang Lambang Palang Merah dengan fungsi-fungsi sebagaimana diterangkan diatas merupakan kebutuhan nasional baik pada situasi non-konflik ataupun pada situasi konflik. Undang-Undang Lambang Palang Merah merupakan konsekuensi bagi Republik Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi Jenewa 1949. Undang-Undang Lambang Palang Merah juga memberikan kepastian hukum bagi perhimpunan nasional baik pada tataran dalam negeri maupun dalam pergaulan internasional. Perlu disadari bahwa pengabaian hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan lambang untuk tujuan-tujuan lain seperti untuk kepentingan politik, komersial dan berbagai kepentingan lain yang seharusnya dapat dicegah dengan adanya undang-undang.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Formulir KSR





    Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

    Nama                           : ..............................................................................................................
    Tempat, Tgl. Lahir      : ..............................................................................................................
    Alamat Lengkap         : ..............................................................................................................
                                          .....................................Tlp/Hp :............................................................

    Dengan ini mendaftarkan diri sebagai calon anggota KSR PMI Unit STIKMA Watampone.

                                                                                             Watampone,     September 2012
                                                                                                         Calon Anggota,



    (.......................................................)




    Catatan :
    ·         Coret yang tidak perlu
    ·         Formulir dikembalikan bersama biodata dan surat pernyataan.
    ·         Konstribusi sebesar Rp. 30.000,-/orang
    ·         Pas foto warna ukuran 2 x 3 cm 1 Lembar dan 3 x 4 cm 2 Lembar, pakaian bebas rapi dan Latar Orange.




    Pas foto 3 x 4 cm                                                                                                           Yang Menerima
                                                                                                   Seksi Pendaftaran Anggota,


                                                              
                                                                                                   (.............................................)



    B I O D A T A

    1.      Nama Lengkap                             : ........................................................................................
    2.      Nama Panggilan                           : ........................................................................................
    3.      Tempat, Tgl. Lahir                       : ........................................................................................
    4.      Agama                                          : ........................................................................................
    5.      E-mail/Facebook/Twitter             : ........................................................................................
                                                          .......................................................................................
    6.      Anak Ke                                       : ......................................................dari ....... Bersaudara
    7.      Fakultas/Akademik                      : ........................................................................................
    8.      Bakat/Hobby                                : ........................................................................................
    9.      Golongan Darah                           : ........................................................................................
    10.  Nama Orang Tua/Wali                
    -        Ayah                                      : .......................................................................................
    -        Ibu                                         : ........................................................................................
    11.  Pekerjaan Orang Tua Wali
    -        Ayah                                      : ........................................................................................
    -        Ibu                                         : ........................................................................................
    12.  Alamat Orang Tua                        : ........................................................................................
                                                     .....................................Telp./Hp : ……………………..
    13.  Kursus-kursus yang pernah
    Diikuti / keterampilan yang di
    Kuasai                                           : ........................................................................................
    14.  Kegiatan Palang Merah /
    Organisasi yang penah diikuti       : ........................................................................................
    15.  Jabatan dalam Organisasi
    Yang pernah diikuti                      : ........................................................................................
    16.  Hal-hal yang perlu diperhatikan,
    kebiasaan, dan kesehatan,
    Bahasa, dan lain-lain.                    : ........................................................................................
                                                           ........................................................................................
                                                           ........................................................................................


    Catatan : Diisi dengan huruf Balok
                                            
                                                                                          Watampone,         September 2012

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      (.......................................................)





    SURAT PERNYATAAN

    Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

    Nama                           : ..............................................................................................................
    Tempat, Tgl. Lahir      : ..............................................................................................................
    Alamat                        : ..............................................................................................................

    Yang selanjutnya disebut sebagai calon anggota KSR PMI Unit STIKMA Watampone.
    Dengan ini menyatakan, dengan dasar sukarela saya bersedia menjadi anggota KSR PMI Unit STIKMA Watampone dalam jangka waktu pengabdian selama kurang lebih 3 tahun, dengan mematuhi Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta bersedia mematuhi segala AD/ART PMI dan peraturan organisasi KSR PMI Unit STIKMA Watampone.
    Apabila dikemudian hari saya lalai melaksanakan kewajiban sebagai anggota KSR PMI Unit STIKMA Watampone, maka saya bersedia menanggung segala resiko dan akibatnya.
    Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa adanya paksaan dari orang lain.






                                                                                        Watampone,       September  2012

              Mengetahui,
          Orang Tua / Wali                                                                           Calon Anggota,                     




    (....................................)                                           (............................................)                                                                                                                                                                                                 

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS